Business Development Sebagai Jawaban Atas Tantangan Bisnis Masa Kini

Saat ini business development menjadi satu kata kunci yang sering didengungkan para pelaku bisnis. Dimana mereka sadar betul tidak bisa bertahan dengan cara lama yang cenderung konvensional.

business development
pixabay.com

Harus ada jawaban atas semua itu bila tidak ingin ditinggalkan market. Tak mudah pastinya karena tantangan ini harus disikapi dengan bijak.

Bagaimana perusahaan harus transformasi mengikuti perkembangan zaman. Kita pun bisa belajar dari perusahaan besar, dimana mereka pun pastinya melakukan inovasi dan ternyata tidak bisa menjawab kebutuhan publik dan pada akhirnya ditinggalkan.

Konsep akan business development pun menyeruak pada beberapa tahun terakhir seiring sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat. Dimana banyak proses yang sebelumnya manual bisa digantikan dengan sistem yang serba otomatis.

Tak heran kemudian posisi ini banyak dicari, baik dari level officer, supervisor hingga manager. Dan kamu bila tertarik pada bidang ini pun bisa mencoba.

Tidak ada syarat khusus harus berasal dari bidang apa. Selama ada kemampuan dan kualifikasi terpenuhi maka posisi ini ada di depan mata.

Paling penting mereka yang ada di posisi ini memiliki visi jauh ke depan, memiliki skills yang mumpuni dan pastinya keberanian untuk mencoba hal baru.

Mengenal Business Development

Pada awal 2010 bisa jadi business development itu identik dengan pekerjaan sales atau memasarkan sebuah produk langsung ke market. Namun seiring sejalan definisi ini pun berubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kini, business development dapat dikatakan sebagai satu proses mencipta nilai jangka panjang untuk perusahaan. Dimana di dalamnya banyak inovasi untuk melakukan penetrasi ke pasar.

Atau secara sederhana adalah mereka, para pihak yang bertanggung jawab untuk mencari solusi bagaimana meningkatkan ekspansi pasar. Baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang harus ada strategi yang pas dan mumpuni.

Menangkap setiap peluang yang ada di masyarakat dengan cara-cara yang unik dan khas. Bukan lagi satu cara yang digunakan banyak perusahaan pada umumnya.

Banyak perusahaan yang kini memahami betul mereka membutuhkan nilai jangka panjang dan hal itu tidak bisa terjadi serta merta. Ada proses panjang didalamnya yang harus diinvestasikan perusahaan untuk bisa mendapatkan formula tersebut.

Nilai jangka panjang ini bukan hanya semata tentang profit atau keuntungan berupa uang saja. Tapi di dalamnya ada juga brand atau citra baik yang baik secara langsung atau tidak langsung menjaga konsumen tetap loyal.

Kita semua pasti sepakat bahwa nilai / nama baik akan sebuah brand mampu mendorong perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang. Jadi jangan pernah berpikir bahwa mereka yang ada di tim business development hanya bertugas menghasilkan profit atau keuntungan semata.

Terdapat satu proses yang runtut untuk menyikapi kondisi saat ini yang tengah terjadi. Selain itu mereka berpikir beberapa langkah di depan untuk memetakan apa yang akan terjadi kemudian.

Sebisa mungkin inovasi yang ada kelak akan menjadi trend setter dan diikuti kompetitor. Mencatatkan perusahaan sebagai peeoner atau yang pertama dan yang lain hanya sebatas pengekor atau mengikuti saja.

3 Unsur Penting dalam Proses Business Development

Apapun produk yang ingin dijual ada 3 unsur penting yang harus diperhatikan dalam kaitan business development. Ketiganya bagai segitiga sama sisi dan tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Saling melengkapi dan harus bersinergi, seiring sejalan hingga tercapainya konsep awal. Dimana perusahaan bisa tumbuh dan terus bertahan hingga beberapa tahun yang akan datang.

Tidak ada kesempatan untuk berhenti dan tidak miliki zona nyaman. Tidak ada hal lain yang harus dipikirkan selain inovasi dan pembaruan.

1. Pelanggan

Berbisnis apapun itu produknya pelanggan adalah satu komponen paling penting. Tanpa mereka produk dibuat tidak akan dipakai dan akhirnya hanya akan sia-sia.

Definisi dari pelanggan ini pun macam-macam karena dalam dunia bisnis kita pasti mengenal kuadran atau kategori. Tidak bisa memaksakan produk bisa dipakai semua orang tapi itu semua segmented.

Contoh paling mudah kita tidak mungkin akan melihat iklan mobil mewah di televisi. Hal ini karena hampir bisa dipastikan mereka, orang kaya kecenderungan tidak akan menghabiskan waktu untuk menonton televisi.

Sebaliknya, di televisi kita akan begitu mudah melihat iklan mie instan. Semua itu karena bisa jadi mereka yang suka menonton televisi sangat gemar mengkonsumsi mie instan.

2. Pasar

Dalam tataran yang lebih luas yang harus diperhatikan mereka yang berkecimpung dalam business development tentu harus memikirkan pasar seperti apa yang tepat. Semakin tersegmen, mikro spesifik maka besar kemungkinan pangsa pasar akan jauh lebih besar.

Pemahaman yang baik akan pasar sekaligus mengetahui karakter dan kebutuhan orang-orang yang ada di dalamnya membuat perusahaan bisa menyiapkan satu produk sesuai dengan kebutuhan.

Oleh karena itu target pasar yang ingin dibidik harus ditentukan sejak awal. Memiliki data akurat untuk mengetahui seberapa besar pangsa pasar akan memudahkan tim di lapangan untuk eksekusi.

Pasar ini bisa jadi adalah mereka yang pernah menggunakan produk / jasa untuk melakukan repeat order. Bisa juga adalah mereka orang-orang baru yang sama sekali belum mengetahui.

3. Relasi bisnis

Unsur lain yang tak kalah penting dalam sukses atau tidaknya perusahaan dalam mendapatkan market tentu saja relasi bisnis. Dimana setiap perusahaan tahu betul mereka tidak akan berdiri sendiri.

Sudah saatnya bekerja sama atau berkolaborasi dengan pihak-pihak lain yang seiring sejalan. Simbiosis mutualisme itu harus terus berjalan. Relasi bisnis dalam arti luas tentu saja semua pihak yang turut serta membantu dalam menjalankan roda bisnis.

Tugas penting tim business development untuk menjaga kepercayaan yang telah ada. Jangan sampai kemudian melakukan sebuah kesalahan atau blunder yang dapat merugikan perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab Business Development

Business development sendiri memiliki satu tanggung jawab besar dalam perusahaan. Mereka bisa jadi adalah jantung dan otaknya perusahaan dimana salah langkah akan sangat fatal akibatnya.

Oleh karena itu ada sejumlah tugas dan tanggung jawab yang harus diemban. Dan setelah itu harus diubah menjadi strategi yang bisa dieksekusi.

Baca juga: Saatnya Diversifikasi atau Kamu Akan Tenggelam

Setidaknya ada 5 tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan business development:

1. Melakukan Riset Pasar

Tugas utama business development sudah pasti melakukan riset pasar baik secara makro maupun mikro. Mengetahui lebih detail apa yang sedang dibutuhkan masyarakat.

Data ini sangat penting dan membutuhkan akurasi. Jangan sampai ada kesalahan karena hampir bisa dipastikan kegagalan pertama berawal dari poin pertama ini.

2. Mencari Peluang Pelanggan

Sekecil apapun peluang yang ada harus ditangkap dengan baik, tujuannya untuk mengoptimalkan penetrasi. Tak jarang perusahaan pun melihat kalender dengan jeli untuk kemudian dikonversi menjadi sebuah peluang emas.

Butuh naluri dan insting yang kuat pastinya, meski tidak muncul secara tiba-tiba tapi semua itu bisa dipelajari dan dilatih. Tak ada salahnya pula belajar dari kompetitor atau bisnis lain bila itu bisa diterapkan.

3. Riset Perkembangan Bisnis Perusahaan

Inovasi itu harus terus berjalan, tidak ada ruang untuk berhenti barang sejenak bila tidak ingin ditikung kompetitor. Wajar kemudian bila banyak perusahaan mengolokasikan budget yang cukup besar untuk bagian ini.

Riset ini biasanya dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari orang-orang yang berkompeten dibidang masing-masing. Bersinergi untuk menciptakan formula baru untuk kemudian ditelurkan dalam satu produk baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

4. Menjaga Konsumen Lama

Seringkali kita berpikir bahwa business development hanya akan fokus menyasar mereka para calon konsumen baru. Namun jangan salah mereka yang termasuk konsumen lama pun tetap harus diperhatikan.

Bila tidak maka hampir bisa dipastikan mereka akan hilang atau beralih ke kompetitor. Mereka ini bisa jadi pelanggan tetap dan akan terus menggunakan jasa kita bila dirasa memuaskan.

5. Memahami Produk Perusahaan dan Kompetitor

Orang-orang yang ada dalam bagian business development senantiasa akan fokus dengan produk yang dimiliki. Namun demikian mereka juga akan melihat produk yang dimiliki kompetitor.

Tak jarang mereka ini akan membedah lebih dalam kelebihan dan kelemahan produk kompetitor untuk kemudian diberikan jawaban. Atau setidaknya bisa ditemukan satu formula yang lebih baik sehingga pasar akan beralih.

Baca Juga: Mengenal Smart Leader Development Program

Ketrampilan Seorang Business Development

Melihat pentingnya peran seorang business development maka sudah barang tentu mereka yang ada disini adalah orang-orang yang bisa diandalkan dan berpikir jauh ke depan. Tak cukup hanya bermodal kecerdasan yang terlihat dari nilai IPK tinggi semata.

Mereka ini juga setidaknya miliki:

1. Jiwa Tanggung, Pantang Menyerah

Paling utama dari orang-orang ini adalah mereka yang miliki jiwa tangguh dan pantang menyerah. Kegagalan dalam sebuah proses atau percobaan itu satu hal yang biasa dan tidak boleh putus harapan.

Apalagi pekerjaan ini akan dikejar presure yang sangat tinggi. Baik oleh management maupun deadline yang bisa jadi akan sangat mepet.

2. Multitasking

Satu posisi yang menuntut untuk serba bisa, bukan hanya dalam tataran kulit saja tapi juga harus mendalam. Jangan kaget bila jam kerja mereka pun biasanya diluar kewajaran.

Maklum saja ketika berbicara tentang konsep yang akan direalisasikan seseorang cenderung lupa waktu untuk istirahat.

3. Marketing

Business development itu bukan hanya tentang penjualan atau sales semata. Oleh karena itu mereka ini haruslah orang-orang yang bisa menyusun strategi marketing dengan baik.

Berupaya memperkenalkan perusahaan ke masyarakat luas dengan cara yang elegan, simbolik dan mudah diingat. Sebagai contoh dalam bisnis operator kita pasti akan sangat familiar dengan warna, semisal merah itu pasti Telkomsel dan biru itu pasti XL.

4. Komunikasi

Tak ingin menjadi supermen maka kemampuan komunikasi menjadi satu ketrampilan yang harus dimiliki. Dimana data dibutuhkan bisa bersumber dari mana saja dan hanya mereka yang cakap komunikasi akan langsung ter-support.

Seseorang yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik memiliki kecenderungan lebih mudah diterima orang lain. Komunikasi ini tidak saja hanya dengan rekan satu perusahaan tapi bisa juga dari pihak-pihak di luar kantor.

5. Negosiasi

Tidak cukup cakap dalam komunikasi saja ternyata tapi mereka ini juga harus bisa melakukan negosiasi dengan tuntas. Terutama bila melibatkan pihak luar semisal klien. Jangan sampai keputusan berlarut-larut dan menghambat proses berikutnya.

6. Analisis Data

Kita pasti tahu betul mereka ini adalah orang-orang yang jago mengolah data. Bisa jadi bagi orang awam mereka seolah sedang sulapan padahal semua itu pastinya terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.

Meski kini telah banyak tools yang akan membantu pekerjaan tapi tetap saja dasar-dasar atau logika excel harus dipahami. Berangkat dari sinilah kemudian berbagai data bisa diolah sesuai dengan kebutuhan.

7. Project Management

Sudah menyusun berbagai strategi untuk pengembangan bisnis maka saatnya untuk eksekusi atau yang biasa dikenal dengan project management. Sebagai project management pastinya dibutuhkan kesiapan mental yang kuat.

Bisa jadi mereka akan bertemu dengan orang-orang yang berada dalam status quo dan merasa nyaman dengan lingkungan yang ada. Sementara itu perusahaan membutuhkan darah segar sebagai solusi untuk menghadapi tantangan dimasa yang akan datang.

Apabila semua hal yang ada diatas terpenuhi maka besar kemungkinan seseorang akan siap bergabung dengan tim business development. Namun bila ada dua atau tiga hal yang masih lemah maka ada baiknya untuk dipikirkan kembali kecuali benar-benar siap dengan segala risiko yang ada.

Give a Comment